Seiring meningkatnya tekanan untuk efisiensi operasional dan pengurangan emisi karbon, adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di sektor logistik dan FMCG di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan nyata.
Bukan lagi sekadar wacana, beberapa perusahaan sudah mulaimenggunakan hingga merencanakan penggunaan truk listriksebagai bagian dari transformasi menujugreen logistics.
Daftar Isi
1. PT Yusen Logistics Indonesia
Salah satu pionir penggunaan truk listrik di Indonesia adalah PT Yusen Logistics Indonesia. Perusahaan ini tercatat sebagaiyang pertama mengoperasikan truk listrik Mitsubishi Fuso eCanteruntuk kebutuhan operasional logistik di Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak awal penggunaan truk EV di sektor logistik nasional.
2. PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL)
Perusahaan logistik nasional PT Jasa Berdikari Logistics (JBL) juga mengambil langkah agresif dalam adopsi EV.
- Menargetkan pengadaanhingga 500 unit truk listrik
- Implementasi dilakukan bertahap hingga 2030
- Fokus pada efisiensi rantai pasok, terutama untuk klien sektor FMCG
Di sisi operasional, JBL juga mengoptimalkan kontrol dan visibilitas armada dengan memanfaatkan Fleet Management dan Delivery Management McEasy. Dengan solusi ini, JBL bisa memantau lokasi dan kondisi armadanya secara real-time, dan informasi ini bisa dibagikan ke pelanggan.
3. PT Nusatama Berkah Tbk
PT Nusatama Berkah mulai mengembangkan truk listrik untuk kebutuhan industri berat dan logistik. Perusahaan ini bekerja sama dengan penyedia ekosistem EV untuk menghadirkantruk listrik yang siap digunakan di lapangan, termasuk untuk distribusi logistik.
4. PT Primarajuli Sukses (Sektor FMCG & Manufaktur)
Di luar sektor logistik murni, perusahaan yang bergerak di distribusi produk seperti PT Primarajuli Sukses juga mulai beralih ke EV.
Sebagai bagian dari grup industri tekstil, perusahaan ini:
- Menggunakan truk listrik untuk distribusi
- Bekerja sama dengan penyedia EV ecosystem
- Mencatat efisiensi operasional, termasuk penghematan BBM
Langkah ini menunjukkan bahwa adopsi EV juga mulai masuk ke rantai distribusi FMCG dan manufaktur.
Tren yang Mulai Terlihat
Dari beberapa contoh di atas, ada beberapa pola yang mulai terlihat:
Fokus pada Efisiensi Biaya Operasional
Perusahaan mulai melihat EV sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada BBM dan menekan biaya jangka panjang.
Dorongan Green Logistics
Konsepgreen logistics bukan lagi sekadar branding, tetapi sudah menjadi strategi bisnis nyata untuk meningkatkan daya saing.
Implementasi Bertahap
Mayoritas perusahaan masih berada di tahap pilot project, uji coba, dan implementasi bertahap. Namun, arahnya sudah jelas yaitu menuju elektrifikasi armada.
Peran Teknologi dalam Mendukung Operasional EV
Seiring adopsi truk listrik, kebutuhan akan visibilitas dan kontrol armada juga semakin penting.
Salah satu contohnya adalahPT Jasa Berdikari Logistics (JBL)yang memanfaatkan Fleet Management dari McEasy untuk memantau lokasi dan kondisi armada secara real-time, sekaligus memberikan akses live tracking ke pelanggan. Fleet Management McEasy merupakan platform yang terintegrasi dengan GPS tracker, kamera dashcam, OBD, dan perangkat kendaraan lainnya untuk memantau, mendeteksi risiko, dan mengendalikan armada.
Seperti GPS untuk monitor lokasi secara real-time, kamera dashcam untuk memantau pengemudi dan muatan sekaligus mendeteksi risiko di jalan, serta OBD untuk memantau kinerja mesin kendaraan, baterai, dan spare part lainnya untuk membantu mengatur jadwal servis tepat waktu.
Melalui teknologi Fleet Management McEasy, perusahaan dapat memastikan operasional armadanya tetap aman, efisien, dan terkendali.
Dengan solusi terintegrasi dari McEasy, transisi ke kendaraan listrik tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga lebih terkontrol.
Ingin tahu lebih lanjut bagaimana McEasy dapat mendukung operasional armada EV Anda? Konsultasikan bersama kami sekarang!







