Fleet Management System Tambang untuk Keselamatan dan Efisiensi BBM: Sudah Dibuktikan PT Namara Bangun Pratama

oleh | 6 Okt 2025 | Studi Kasus

Keselamatan kerja dan efisiensi bahan bakar adalah faktor keberhasilan operasional tambang. Akan tetapi, medan yang luas dan ekstrem membuat industri ini memiliki tingkat risiko kecelakaan paling tinggi. Satu operator yang melanggar SOP, risikonya bisa kecelakaan dan mengancam nyawa. 

Selain itu, pemborosan bahan bakar juga menjadi ancaman besar bagi efisiensi biaya. Dump truck, excavator, dan alat berat lainnya mengonsumsi bahan bakar dalam jumlah besar setiap harinya. Tanpa pengelolaan bahan bakar yang tepat, biaya operasional bisa melinjak. Karena itu, cara manual tidak lagi efektif untuk mengatasi masalah ini.   

Seperti yang telah diterapkan oleh PT Namara Bangun Pratama, perusahaan jasa kontraktor tambang batu bara, yang kini menggunakan fleet management system tambang dari McEasy untuk kontrol operasional armada dan operator sekaligus fuel monitoring.

Template Banner 12 Solusi Driver Management System 1

Mengenal Fleet Management System Tambang 

Fleet management system tambang dari McEasy adalah software atau platform untuk mengelola, memantau, dan mengendalikan operasional armada tambang. Solusi ini terintegrasi dengan GPS tracker, dashcam TrackVision, dan sensor iFuel McEasy.  

Dengan fleet management system tambang dari McEasy, Anda dapat memantau kondisi lapangan secara langsung, termasuk perilaku operator, kecepatan unit, dan kondisi sekitar unit. Ini untuk memastikan bahwa SOP keselamatan dijalankan dengan benar. Jika ada indikasi pelanggaran, seperti operator yang kelelahan atau tidak menjaga jarak aman, sistem langsung memberi peringatan. 

Anda juga bisa memantau penggunaan bahan bakar secara real-time dan data ini tersimpan langsung di dasbor. Ini untuk mendeteksi kecurangan dalam penggunaan bahan bakar, sehingga biaya operasional bisa ditekan. 

Tantangan yang Dihadapi PT Namara Bangun Pratama

Sebelum menggunakan fleet management system tambang dari McEasy, mulanya PT Namara Bangun Pratama menghadapi beberapa tantangan yang bisa meningkatkan risiko insiden dan pemborosan bahan bakar, di antaranya: 

Tidak Ada Bukti Saat Terjadi Potensi Risiko Insiden 

Tanpa bukti visual, potensi risiko insiden sulit terdeteksi. Langkah-langkah preventif tidak dapat diterapkan secara efektif yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan kerugian. 

Sulit Memastikan Kepatuhan Operator Terhadap Batas Kecepatan 

PT Namara Bangun Pratama memiliki 30 unit armada. Dengan puluhan unit ini, tim lapangan sulit memastikan apakah semua unit yang beroperasi di berbagai titik mematuhi aturan kecepatan, atau justru melanggar. 

Data Bahan Bakar Tidak Akurat 

Tantangan keamanan bukan satu-satunya masalah yang dihadapi PT Namara Bangun Pratama. Efisiensi bahan bakar juga menjadi isu, karena konsumsi bahan bakar sulit ditentukan akibat tidak adanya data yang jelas dan akurat. 

Tantangan Terjawab dengan Fleet Management System Tambang dari McEasy 

Tiga tantangan di atas berhasil diatasi sejak PT Namara Bangun Pratama menggunakan fleet management system dari McEasy

Riwayat Notifikasi Pelanggaran SOP

Aset Video Monitoring 1

Sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi peringatan beserta video kejadian saat pelanggaran SOP terjadi, seperti overspeed atau bahkan mengemudi dalam kondisi lelah (fatigue driving). Setiap pelanggaran overspeed atau fatigue driving ini tercatat dalam database yang dapat diakses kapan saja. Dengan bukti ini, tim bisa melakukan evaluasi, misalnya melakukan investigasi dan mencari tahu penyebabnya agar budaya keselamatan di lapangan tetap terjaga. 

Peringatan Melebihi Batas Kecepatan

Fleet management system tambang yang terintegrasi dengan GPS juga dapat mencatat laju kecepatan unit dan memberi peringatan apabila overspeed. Sementara itu, dashcam TrackVision merekam video saat kejadian overspeed tersebut sebagai bukti visual. 

Sebagaimana yang dikatakan oleh Dicky Bayu Anggara, Penanggung Jawab PT Namara Bangun Pratama, saat wawancara dengan tim McEasy.

“Kita bisa memonitor kecepatan lewat kamera TrackVision. Contoh di jalur A kecepatan maksimal 40 km/jam, tapi driver itu kecepatannya terekam 50–60 km/jam. Kita bisa pakai dasar video itu (menggunakan data dari GPS) untuk menindaklanjuti dengan memanggil driver untuk memberinya punishment dan kontrol mereka kembali.” 

Laporan Pengisian dan Penggunaan Bahan Bakar

Mep 2 Fuel Management

Data pengisian dan pemakaian bahan bakar tercatat otomatis. Saat akhir bulan, tim akan membandingkan data ini dengan total tonase yang diangkut untuk melihat apakah konsumsi bahan bakar sudah sesuai dengan berat muatan, atau justru ada anomali. Dengan data yang jelas dan akurat ini, tim bisa mendeteksi anomali bahan bakar. 

Kesimpulan 

Keselamatan kerja dan efisiensi bahan bakar merupakan faktor utama dalam keberhasilan operasional tambang, dan ini berhasil dicapai sejak PT Namara Bangun Pratama menggunakan fleet management system tambang dari McEasy.  

Dengan fleet management system tambang yang terintegrasi dashcam TrackVision dan sensor iFuel, PT Namara Bangun Pratama kini bisa mengontrol segala aspek operasional, dari operator, kecepatan unit, hingga penggunaan bahan bakar. Ini membantu tim memastikan bahwa operator menjalankan SOP dan bahan bakar tetap terkendali. 

Mau operasional tambang Anda lebih aman dan efisien seperti PT Namara Bangun Pratama? Temukan solusi yang tepat dengan fleet management system tambang dari McEasy dan konsultasikan bersama tim kami sekarang. 

 

 

 

Konsultasi Solusi McEasy untuk Armada Anda

Dapatkan saran langsung seputar solusi Fleet Management, Video Monitoring, Fuel Management dari tim McEasy.

Apakah Anda tertarik untuk mencoba solusi Fleet Management McEasy?

Tulisan Terkait