Kebutuhan layanan cold chain di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri makanan, farmasi, dan produk beku. Perusahaan logistik yang mampu menyediakan infrastruktur cold storage yang kuat akan memiliki posisi strategis dalam rantai pasok modern. Kondisi ini mendorong banyak perusahaan logistik untuk memperkuat jaringan penyimpanan berpendingin serta meningkatkan kapasitas distribusi.
Salah satu perusahaan yang aktif melakukan ekspansi adalah PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) melalui brand B-LOG. Perusahaan logistik terintegrasi ini menjalankan berbagaistrategi cold storageuntuk memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kapasitas distribusi produk yang sensitif terhadap suhu. Ekspansi dilakukan melalui pembangunan fasilitas baru, penguatan armada, hingga pengembangan jaringan di luar Pulau Jawa.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Kontan, hingga akhir 2025 B-LOG telah mengoperasikan15 fasilitas cold storageyang menjadi bagian dari jaringan cold chain perusahaan. Selain itu, perusahaan juga memilikilebih dari 3.400 unit armadauntuk mendukung distribusi produk dingin maupun kering di berbagai wilayah Indonesia. Berikut delapan strategi utama yang dilakukan untuk memperkuat jaringan cold chain perusahaan.
Daftar Isi
Ekspansi Infrastruktur Cold Chain
Langkah pertama dalam strategi pengembangan perusahaan adalah memperkuat infrastruktur penyimpanan berpendingin. Infrastruktur ini menjadi fondasi utama dalam operasional distribusi produk yang membutuhkan kontrol suhu.
Beberapa fokus pengembangan infrastruktur yang dilakukan antara lain:
- Penambahan fasilitas cold storage baru B-LOG terus membangun fasilitas penyimpanan untuk meningkatkan kapasitas jaringan distribusi.
- Pengoperasian fasilitas baru di berbagai kotaSalah satu fasilitas baru yang telah beroperasi adalah cold storage di Bandung yang mulai digunakan pada Oktober 2025.
- Pengembangan fasilitas tambahan di beberapa daerahPerusahaan juga sedang membangun fasilitas cold storage di Boyolali, Tangerang, Pontianak, dan Makassar.
Dengan memperluas jaringan fasilitas ini, perusahaan dapat mendukung distribusi produk yang membutuhkan kontrol suhu secara lebih stabil. Strategi cold storage seperti ini membantu memastikan produk tetap terjaga kualitasnya selama proses penyimpanan dan pengiriman.
Ekspansi ke Luar Pulau Jawa
Selain memperkuat jaringan di Pulau Jawa, perusahaan juga melihat potensi pertumbuhan besar di wilayah lain di Indonesia. Permintaan distribusi produk berpendingin terus meningkat seiring berkembangnya industri makanan dan ritel modern.
Beberapa wilayah yang menjadi target pengembangan antara lain:
- Batam
- Medan
- Manado
- Bali
- Palembang
Ekspansi ini dilakukan untuk menjangkau pasar yang selama ini masih memiliki keterbatasan fasilitas cold chain. Dengan memperluas jaringan di luar Jawa, perusahaan dapat memperkuat distribusi produk dingin secara nasional.
Strategi cold storage yang berfokus pada ekspansi geografis ini juga membantu menciptakan jaringan distribusi yang lebih merata. Hal tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan industri makanan dan logistik di berbagai daerah.
Penguatan Armada Transportasi
Infrastruktur cold storage tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan armada transportasi yang memadai. Oleh karena itu, penguatan armada menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan perusahaan.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Penambahan unit kendaraan logistikPerusahaan menambah kendaraan light truck untuk mendukung distribusi produk.
- Armada dengan karoseri cold dan dryKendaraan dirancang untuk mengangkut produk dingin maupun barang umum.
- Cakupan layanan distribusi nasionalHingga akhir 2025 perusahaan telah memiliki lebih dari 3.400 unit armada.
Dengan armada yang kuat, jaringan cold chain dapat berfungsi secara optimal. Produk dapat dikirim dari fasilitas penyimpanan ke lokasi tujuan dengan waktu yang lebih efisien.
Pemanfaatan Dana IPO untuk Ekspansi Produktif
Ekspansi besar yang dilakukan perusahaan juga didukung oleh pendanaan dari pasar modal. B-LOG resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2025 dengan memperoleh dana bersih sebesarRp 138,23 miliardari penawaran umum perdana saham.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan armada logistik.
Berikut penggunaan dana IPO yang dilaporkan perusahaan:
| Penggunaan Dana | Nilai |
|---|---|
| Setoran modal untuk PT Simpan Sini Aja | Rp 92,61 miliar |
| Pembelian kendaraan logistik | Rp 45,61 miliar |
Investasi ini digunakan untuk pembangunan gudang pendingin di Tangerang, Pontianak, dan Makassar. Selain itu dana juga digunakan untuk pembelian armada baru guna memperkuat distribusi produk dingin dan kering.
Strategi cold storage yang didukung oleh investasi infrastruktur dan armada seperti ini membantu perusahaan mempercepat ekspansi jaringan logistik.
Penetrasi Segmen FMCG dan Frozen Food
Permintaan layanan cold chain banyak berasal dari industri makanan cepat saji dan produk beku. Perusahaan melihat peluang besar pada sektor ini karena kebutuhan distribusinya terus meningkat.
Beberapa fokus pengembangan pasar yang dilakukan antara lain:
- Distribusi produk fast moving consumer goodsProduk FMCG membutuhkan distribusi yang cepat dan stabil.
- Distribusi produk frozen foodProduk beku membutuhkan penyimpanan dan transportasi dengan suhu yang terkontrol.
- Mendukung rantai pasok makanan modernPerkembangan ritel modern dan layanan makanan meningkatkan kebutuhan cold chain.
Dengan strategi ini, perusahaan dapat memperluas portofolio pelanggan sekaligus meningkatkan utilisasi jaringan cold storage yang dimiliki.
Kontrak Jangka Panjang dan Diversifikasi Pelanggan
Salah satu kekuatan bisnis perusahaan adalah portofolio pelanggan yang berasal dari berbagai sektor industri. Banyak pelanggan menggunakan layanan distribusi secara rutin melalui kontrak jangka panjang.
Pendekatan ini memberikan beberapa keuntungan bagi operasional perusahaan.
Beberapa manfaat dari strategi ini antara lain:
- Pendapatan yang lebih stabilKontrak jangka panjang membantu menjaga konsistensi permintaan layanan.
- Diversifikasi sektor industriPelanggan berasal dari berbagai segmen sehingga tidak bergantung pada satu sektor saja.
- Distribusi yang berjalan secara berkelanjutanBanyak pelanggan membutuhkan pengiriman produk secara rutin.
Strategi cold storage yang didukung oleh kontrak jangka panjang membantu perusahaan menjaga stabilitas bisnis sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Peningkatan Utilisasi dan Optimalisasi Operasional
Memasuki tahun 2026, perusahaan menempatkan fokus utama pada peningkatan kualitas eksekusi operasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jaringan cold chain dapat dimanfaatkan secara optimal.
Beberapa langkah yang menjadi prioritas antara lain:
- Meningkatkan utilisasi fasilitas cold storageFasilitas yang ada dioptimalkan agar kapasitasnya digunakan secara maksimal.
- Optimalisasi jaringan distribusiSistem operasional diperbaiki agar proses pengiriman lebih efisien.
- Meningkatkan kualitas pendapatan perusahaanFokus pada layanan yang memberikan kontribusi profit yang sehat.
Strategi cold storage yang berfokus pada optimalisasi operasional membantu perusahaan meningkatkan profitabilitas sekaligus menjaga kualitas layanan.
Diferensiasi Layanan yang Cepat dan Andal
Dalam industri logistik, kualitas layanan menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan. Perusahaan melihat bahwa pelanggan kini membutuhkan layanan distribusi yang lebih cepat dan terukur.
Beberapa aspek layanan yang menjadi fokus antara lain:
- Kecepatan distribusiProduk harus sampai ke tujuan dengan waktu yang tepat.
- Sistem operasional yang terukurProses distribusi harus dapat dimonitor secara jelas.
- Keandalan layanan cold chainProduk sensitif suhu harus tetap terjaga kualitasnya selama perjalanan.
Perusahaan juga menyadari bahwa tantangan utama industri logistik adalah dinamika biaya operasional dan tingkat persaingan layanan. Oleh karena itu, diferensiasi layanan menjadi salah satu kunci dalam mempertahankan daya saing.
Kesimpulan
Pertumbuhan industri makanan, farmasi, dan ritel modern membuat kebutuhan layanan cold chain di Indonesia semakin meningkat. Perusahaan logistik yang mampu membangun jaringan penyimpanan dan distribusi berpendingin yang kuat akan memiliki peluang besar dalam pasar ini.
Melalui berbagai langkah ekspansi, B-LOG menunjukkan bagaimanastrategi cold storagedapat dilakukan secara terstruktur. Mulai dari pembangunan fasilitas baru, ekspansi ke luar Pulau Jawa, penambahan armada transportasi, hingga penguatan operasional.
Pendekatan ini membantu perusahaan memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kapasitas distribusi produk yang sensitif terhadap suhu.
Bagi perusahaan logistik, pengelolaan armada dan distribusi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan jaringan cold chain. Sistem monitoring armada yang terintegrasi dapat membantu meningkatkan visibilitas operasional, efisiensi distribusi, serta kontrol terhadap performa armada.
Jika perusahaan Anda ingin meningkatkan efisiensi operasional transportasi dan distribusi, Anda dapat melihat bagaimana solusi McEasy membantu perusahaan memonitor armada secara real time melalui platform manajemen logistik yang terintegrasi.
Ajukan demo McEasy untuk mengetahui bagaimana teknologi dapat membantu mengoptimalkan operasional transportasi dalam jaringan supply chain modern.






